Langsung ke konten utama

Menyusuri Bakat

Bakat, yaitu dasar yang dibawa dari lahir yang berupa kepandaian, sifat dan pembawaan dari seseorang, merupakan karunia pemberian Illahi yang sangat besar. Pada setiap orang bakat ini tidaklah sama. Masing-masing memiliki bakatnya sendiri-sendiri. Meskipun memiliki kesamaan bakat dalam hal melukis misalnya, namun hasil akhir dari dua orang yang berkabat melukis, tidak sama adanya.
Seseorang berkembang menjadi pelukis besar, sementara seorang lagi tidak. Satu hal yang tegas membedakannya adalah satu orang tersebut terus memupuk dan senantiasa mengembangkannya hingga menghasilkan karya-karya yang bermutu bagus, sementara satu orang lainnya lagi hanya membiarkan bakatnya berlalu begitu saja.
Begitulah sesungguhnya, kadang-kadang kita sendiri tidak menyadari pemberian Illahi yang sangat besar pada diri kita ini. Bahkan yang lebih parah lagi, tidak berusaha untuk mengetahui bakat pada dirinya sendiri.
Lalu apakah hubungannya antara bakat dengan kesuksesan yang hendak anda raih ?
Perhatikan ilustrasi berikut !
Seorang pemain sepak bola kesebelasan Ajax Amsterdam periode tahun 2000 bernama Cezman, pada mulanya adalah seorang penjaga gawang. Seorang pelatih yang jeli melihat bakat besar pada diri Cezman bukan selaku penjaga gawang atau kipper, melainkan sebagai pemain penyerang. Pelatih itu memoles bakat besar Cezman, dan tak lama kemudian Cezman telah tampil menjadi penyerang yang sangat berbahaya dan siap mengoyak jala lawan. Nilai transfernya langsung melejit tinggi dan beruntunglah kesebelasan Ajax Amsterdam yang dapat mendapatkan pemain hebat ini untuk membela kesebelasan top negeri Kincir Angin tersebut.
Andapun juga begitu harus mampu menggali bakat besar anda sendiri serta menunjukkan bakat anda tersebut tanpa harus disertai sikap seolah pamer keahlian yang berlebihan di depan umum.
Pupuk dan terus kembangkan bakat anda itu, karena laksana seorang pelatih bermata jeli, orang-orang disekeliling anda pasti akan dapat melihat kelebihan pada diri anda tersebut